Jogja.. Jogja... Jogja..
Yogyakarta atau banyak juga yang melafalkan Jogjakarta (pakai huruf J), kota yang saya kunjungi tahun baru kemarin. Berangkat dari Jakarta 31 Desember menuju Gambir dengan berjalan kaki (kebetulan rumah saya di daerah Gambir, hehe..), ya jadi tidak usah pusing akan kena macet menuju Gambir, jalanan sekitar Monas sudah ditutup, dan hujan rintik-rintik tidak menyurtkan niat saya untuk berlibur di Yogyakarta. Berangkat menggunakan kereta Eksekutif, pukul 9 malam dan tiba di stasiun Yogyakarta pukul 5 pagi keesokan harinya (tanggal 1 Januari), melewati malam pergantian tahun di kereta dengan tidur... Haha.. Lumayan pegal2 badan.
Kami dijemput oleh seorang teman yang rela menyewakan motornya ke kami, karena waktu itu semua rental motor sudah habis semua. Langsung tancap gas ke Borobudur dengan berbekal GPS, yup lumayanlah tidak perlu bingung tanya sana sini, berhubung juga jalanan waktu itu sangat sepi. Setelah 1 jam kami di motor, tibalah di Borobudur, wah wah wah ternyata sampai di sana sudah banyak juga wisatawan yang datang, kebanyakan sih wisatwan lokal, mereka ternyata habis berburu sunrise di Candi Borobudur.
Yah kami cukup menikmati mentari pagi pertama di Candi Borobudur ini yang ternyata memang sangat indah, dikelilingi pegunungan yang masih berkabut tipis di pagi hari menjadikan pemandangan di sini sangat indah.
Pemandangan Borobudur di Pagi Hari
Candi Mendut terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, hanya sekitar 5menit, wahh ternyata pengunjung di Candi Mendut masih sepi, disini juga masih ada beberapa pemugaran yang masih dilakukan.
Kalau ke daerah Borobudur, silahkan deh cobain Kupat Tahu Magelang, makanan khas kota Magelang yang berisi tahu, ketupat, bakwan sayur (kalau di Jakarta disebut bala-bala), kerupuk dan mentimun yang disiram kuah kecap dengan bumbu-bumbu halus (mirip dengan kuah empek-empek) dan ditaburi kacang tanah.
Pulang dari Magelang, kami langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnya Agoda.com. Walaupun kami pergi di bulan Januari, untunglah hujan tidak turun terus menerus, bahkan panas sangat terasa ketika di jalan.
Keesokan hari, kami menuju Candi Prambanan yang letaknya 17 Kilometer dari kota Yogyakarta. Cukup ramai juga Prambanan hari itu, untungnya kami naik motor jadi tidak repot mencari parkir mobil. Tiket yang ditawarkan ada yang hanya mengelilingi Candi Prambanan atau sekaligus ke Candi Boko dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan.
Penampakan kupat tahu Magelang (ambil dari web lain karena lupa foto)
Pulang dari Magelang, kami langsung menuju hotel yang sudah kami booking sebelumnya Agoda.com. Walaupun kami pergi di bulan Januari, untunglah hujan tidak turun terus menerus, bahkan panas sangat terasa ketika di jalan.
Keesokan hari, kami menuju Candi Prambanan yang letaknya 17 Kilometer dari kota Yogyakarta. Cukup ramai juga Prambanan hari itu, untungnya kami naik motor jadi tidak repot mencari parkir mobil. Tiket yang ditawarkan ada yang hanya mengelilingi Candi Prambanan atau sekaligus ke Candi Boko dengan menggunakan mobil yang sudah disiapkan.
Candi Prambanan
Letak Situs Istana Ratu Boko sekitar 3Kilometer dari Candi Prambanan. Istana Ratu Boko adalah peninggalan situs arkeologi yang beda dari situs-situs serupa. Banyak yang mengira kalau Istana Ratu Boko ini hanya berupa candi seperti halnya Prambanan dan Borobudur. Faktanya, Ratu Boko merupakan bekas kompleks istana yang terdiri atas beberapa bagian bangunan
Kompleks Istana Ratu Boko juga terkenal sebagai tempat terbaik untuk menikmati sunset di Jogja. Kalau mau menikmati sunset disini ada baiknya merencanakan mengunjunginya di sore hari. Lokasinya yang berada di perbukitan memungkinan hal itu. Dari Ratu Boko kita bisa menyaksikan pemandangan sebagian kota Yogyakarta. Lingkungan di sekitar Ratu Boko ini sangat asri dan terawat.
Kolam Pemandian Istana Ratu Boko
Pemandangan dari Pintu Gerbang Istana Boko
Keindahan Istana Ratu Boko
Pegunungan yang indah bisa dilihat dari Kompleks Istana Ratu Boko
Di kawasan dataran tinggi Kaliurang, tepatnya di lereng Gunung Merapi, terdapat goa peninggalan Jepang ini terlihat sangat eksotis. Letaknya yang berada di pegunungan membuat udara di tempat ini terasa sangat sejuk. Apalagi, pengunjung dapat melihat kawanan monyet di habitat alaminya.
Seekor monyet yang sedang menghabiskan bumbu kacang somay
Untuk sampai ke Goa Jepang dari pintu masuk Nirmolo Kaliurang, pengunjung harus menempuh perjalanan menanjak selama 45 menit. Jalur yang dilalui tidak terlalu terjal tapi berliku. Bagi yang tidak suka dengan wisata petualangan, mungkin akan menyerah sebelum sempat sampai ke lokasi Goa Jepang.
Menurut pengelola kompleks wisata alam Nirmolo Kaliurang, Goa Jepang yang berada di Kaliurang dahulu difungsikan oleh tentara Jepang sebagai tempat tinggal dan berlindung dari tentara sekutu. Goa Jepang yang berada di Kaliurang berjumlah 25 unit. Goa-goa tersebut saling berhubungan satu sama lain, dan tanpa penerangan (agak horor juga untuk masuk ke dalam goa), dan kami memutuskan hanya sampai di mulut goa saja (takut nyasar, ha ha ha)
Bergaya di depan Goa
Pemandangan ketika naik ke Goa Jepang
Hari terakhir di Yogyakarta, karena kami akan pulang kembali ke Jakarta dengan kereta pukul 7 malam, maka hari terakhir adalah city tour ke Keraton Yogyakarta dan Taman Sari. Wisatawan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok kecil dengan seorang pemandu, ya tetapi begitu memasuki area Keraton, kelompok pun langsung bubar, karena sebagian ingin melihat-lihat dan sebagian lagi berfoto-foto dan yang lainnya terus jalan.
Tidak jauh dari keraton, kami mengunjungi kompleks Taman Sari, tempat pemandian atau spa yang dilakukan oleh para Ratu dan Putri Keraton. Membayangkan betapa mewahnya kehidupan para Ratu dan Putri Keraton kala itu, dengan kolam pemandian yang cukup luas.
Kompleks Taman Sari
Kolam Mewah Taman Sari
Ya, selain keindahan, sejarah dan budaya, serta keramahan kota Yogyakarta, menjadikan Yogyakarta sebagai kota wisata yang semakin diminati oleh banyak wisatawan lokal maupun mancanegara. Ayo ke Yogyakarta, dijamin berkesan dan ketagihan untuk kembali ke Yogyakarta.
Sekedar tips :
- JIka memnungkinkan lebih baik menggunakan moda transportasi motor supaya lebih gampang tektok ke sana sini dan tidak terjebak kemacetan.
- Memakai pakaian yang nyaman karena kota Yogyakarta bertemperatur cukup panas dan panas.















Komentar
Posting Komentar