Family Outing Yogyakarta (4-9Mei 2016)
Acara tahunan yang saya jalankan untuk membina hubungan keluarga dengan karyawan kami adalah outing alias jalan-jalan. Tahun ini kami ke Yogyakarta dengan membawa rombongan sebanyak 23 orang. Maksud hati ingin naik kereta supaya tidak macet di jalan mengingat tanggal yang kami pilih adalah tanggal liburan dimana pasti banyak warga Jakarta yang juga ingin berlibur ke luar kota, namun ternyata 3 bulan sebelum hari H semua tiket kereta api sudah ludes, entah karena memang semua sudah sold out atau ada agen perjalanan yang telah memborong habis tiket kereta. Akhirnya diputuskan untuk menyewa bus dari Jakarta, awalnya kami datang ke Blue Bird tetapi pihak Blue Bird memerlukan itenarary pasti untuk semua jadwal perjalanan kami, dan kami belum memiliki itu hanya garis besar kami sudah tahu hendak kemana saja, sehingga kami menyewa Bus Blue Star kapasitas 29 orang dengan biaya yang lebih murah dari pilihan pertama. Bus Blue Star dengan orang satu sopir dan satu orang pendamping sopir, bus nya sangat nyaman, bersih, dan bisa ber karaoke pula. Sopir bus juga sangat berpengalaman dan dengan baik membawa kami ke Yogyakarta dengan aman, dan selamat sampai tujuan. Selama di Yogyakarta kami memiliki teman, Mas Kirun yang kebetulan adalah pemandu wisata sehingga kami banyak terbantu. Hari rabu tanggal 4 Mei 2016, bus sudah menjemput kami dan sebaiknya paling lambat pukul 1 siang kami sudah harus berada di luar kota Jakarta untuk menghindari kemacetan di tol. Perjalanan lancar mulai dari tol dalam kota sampai tol Cikampek. Untuk menghemat waktu, makan malam sudah kami bawa dari Jakarta sehingga hanya perlu mencari tempat parkir dan kami bisa makan di dalam bus. Bus tiba di Yogyakarta pukul 3 pagi keesokan harinya, Mas Kirun sudah memesan tempat untuk makan di Restoran Grafika dimana restoran ini sangat luas untuk parkiran bus, lumayan bisa istirahat di dalam bus, juga bisa mandi di kamar mandi yang disediakan Grafika cukup dengan membayar Rp 2000,-/orang.
Pukul 7 pagi pemandu kami adalah Mba Ayi sudah datang dan membawa kami untuk sarapan pagi di restoran Grafika. Makanan prasmanan dengan menu nasi, ayam goreng, soup, teh manis, dan buah semangka. Setelah sarapan pagi, kami bersiap menuju Candi Prambanan, sampai di Candi Prambanan pukul 9 pagi, belum terlalu ramai dan bisa berfoto tanpa latar belakang lautan manusia.
Setelah berkeliling candi Prambanan, pulangnya jangan lupa belanja di toko-toko yang terletak di pintu keluar, harga barang-barang di toko cenderung murah meriah dan khas Prambanan. Banyak juga Ibu-ibu yang menjual makanan pecel, yaitu campuran sayuran rebus, tahu, tempe, lontong, dan bisa ditambah dengan aneka gorengan lain disiram sambal kacang, ya mirip gado-gado Jakarta, hanya beda di bumbu dan isi sayuran nya saja.
Dari Prambanan kami menuju Gunung Merapi. Tidak akan rugi kalau menyewa mobil jeep untuk menjelajahi Gunung Merapi, sangat sebanding dengan pemandangan indah dan pengetahuan (dengan mengujungi Museum Merapi). Kenapa harus dengan mobil jeep? Karena jalanan di Merapi hancur sejak letusan Merapi tahun 2010, dan banyaknya mobil penambang pasir yang lewat menambah parahnya jalanan menuju Gunung Merapi. Untungnya saat sampai di Merapi turun hujan rintik sehingga debu vulkanik Merapi tdak mengganggu kami, namun cukup merasakan dinginnya air hujan di Merapi ini. Lintasan pertama adalah ke Museum Merapi, disini kami melihat kedahsayatan wedus gembel atau awan panas yang menyapu desa di sekitar Gunung Merapi, antara lain sepeda motor yang meleleh, gelas-gelas kaca yang berubah bentuk karena suhu yang snagat tinggi saat itu, dan koleksi lainnya. Sayang Muesum ini kurang terawat.
Lanjut menuju bungker yang menjadi tempat berlindung ketika Gunung Merapi meletus, pemandangan di sini sangat menakjubkan, di sekitar sini juga banyak warung yang menyajikan makanan dan minuman hangat untuk mengganjal perut dengan harga yang wajar. Mau ke toilet atau sholat juga disediakan oleh beberapa warung di sini, cukup bayar Rp 2000,-/orang.
Setelah itu kami menuju sungai kuning, mencoba naik mobil jeep mengarungi sungai kecil disini tempatnya, sangat seru bahkan dengan keahlian sopir jeep yang bisa memuncratkan air ke mobil jeep tetangga membuat suasana semakin menyenangkan.
Setalah puas mengunjungi Merapi, sore hari kami menuju Candi Borobudur, beruntung pukul 4.30 sore masih keburu untuk melihat-lihat candi dan mengabadikan beberpa foto di sini. Sore hari Candi Borobudur masih tetap ramai pengunjung, duh ngga kebayang kalau siang hari seberapa banyak pengunjung yang ada di sini.
Keeseokan harinya ke Goa Pindul, body rafting, sambil naik ban renang yang pada dasarnya adalah ban dalam mobil truk, air sungai berwarna coklat. Hati2 ya kakau musim hujan ke sini nya karena kadang bisa datang air bah yang membahayakan. Kalau memang hujan jangan dipaksakan ya untuk rafting.
Pukul 7 pagi pemandu kami adalah Mba Ayi sudah datang dan membawa kami untuk sarapan pagi di restoran Grafika. Makanan prasmanan dengan menu nasi, ayam goreng, soup, teh manis, dan buah semangka. Setelah sarapan pagi, kami bersiap menuju Candi Prambanan, sampai di Candi Prambanan pukul 9 pagi, belum terlalu ramai dan bisa berfoto tanpa latar belakang lautan manusia.
![]() |
| Prambanan di pagi hari |
Setelah berkeliling candi Prambanan, pulangnya jangan lupa belanja di toko-toko yang terletak di pintu keluar, harga barang-barang di toko cenderung murah meriah dan khas Prambanan. Banyak juga Ibu-ibu yang menjual makanan pecel, yaitu campuran sayuran rebus, tahu, tempe, lontong, dan bisa ditambah dengan aneka gorengan lain disiram sambal kacang, ya mirip gado-gado Jakarta, hanya beda di bumbu dan isi sayuran nya saja.
Dari Prambanan kami menuju Gunung Merapi. Tidak akan rugi kalau menyewa mobil jeep untuk menjelajahi Gunung Merapi, sangat sebanding dengan pemandangan indah dan pengetahuan (dengan mengujungi Museum Merapi). Kenapa harus dengan mobil jeep? Karena jalanan di Merapi hancur sejak letusan Merapi tahun 2010, dan banyaknya mobil penambang pasir yang lewat menambah parahnya jalanan menuju Gunung Merapi. Untungnya saat sampai di Merapi turun hujan rintik sehingga debu vulkanik Merapi tdak mengganggu kami, namun cukup merasakan dinginnya air hujan di Merapi ini. Lintasan pertama adalah ke Museum Merapi, disini kami melihat kedahsayatan wedus gembel atau awan panas yang menyapu desa di sekitar Gunung Merapi, antara lain sepeda motor yang meleleh, gelas-gelas kaca yang berubah bentuk karena suhu yang snagat tinggi saat itu, dan koleksi lainnya. Sayang Muesum ini kurang terawat.
Lanjut menuju bungker yang menjadi tempat berlindung ketika Gunung Merapi meletus, pemandangan di sini sangat menakjubkan, di sekitar sini juga banyak warung yang menyajikan makanan dan minuman hangat untuk mengganjal perut dengan harga yang wajar. Mau ke toilet atau sholat juga disediakan oleh beberapa warung di sini, cukup bayar Rp 2000,-/orang.
Setelah itu kami menuju sungai kuning, mencoba naik mobil jeep mengarungi sungai kecil disini tempatnya, sangat seru bahkan dengan keahlian sopir jeep yang bisa memuncratkan air ke mobil jeep tetangga membuat suasana semakin menyenangkan.
![]() |
| Sungai Kuning |
Setalah puas mengunjungi Merapi, sore hari kami menuju Candi Borobudur, beruntung pukul 4.30 sore masih keburu untuk melihat-lihat candi dan mengabadikan beberpa foto di sini. Sore hari Candi Borobudur masih tetap ramai pengunjung, duh ngga kebayang kalau siang hari seberapa banyak pengunjung yang ada di sini.
Keeseokan harinya ke Goa Pindul, body rafting, sambil naik ban renang yang pada dasarnya adalah ban dalam mobil truk, air sungai berwarna coklat. Hati2 ya kakau musim hujan ke sini nya karena kadang bisa datang air bah yang membahayakan. Kalau memang hujan jangan dipaksakan ya untuk rafting.


Komentar
Posting Komentar