Pantai indah di Kepulauan Seribu
Liburan lebaran 2014 kemarin saya menyempatkan diri ke Pulau Pramuka yang terletak di Kepulauan Seribu. Walaupun Pulau Pramuka kalah beken dibandingkan Pulau Tidung dan Pulau Pari, tetapi sangat menyenangkan berlibur di Pulau Pramuka ini, saya merasakan liburan yang sesungguhnya.
Setelah kurang lebih 3 jam dari Pelabuhan Kali Adem Muara Angke, akhirnya saya tiba di Pulau Pramuka. Sepi, ya karena saya datang H-5 Lebaran maka belum banyak wisatawan yang datang, ada sih sekelompok mahasiswa kira-kira 20 orang yang berisik banget, maklum deh darah muda, wkwkwk). Saya langsung ke penginapan Kedaton, letaknya tepat di depan pantai Pulau Pramuka (tidak tepat disebut Pantai sih, karena kalau pasang pasirnya terendam dan pasang sepanjang hari, sururt hanya di subuh sampai jam 10 pagi). Penginapan Kedaton ini lumayan bersih, ada AC, kamar mandi dalam, 1 kamar boleh sampai 4 orang, biayanya Rp 400.000/kamar. Untuk makan, kami memilih catering (sudah diatur guide), 1x makan Rp 25.000/orang. Lumayan mahal, tapi daripada repot cari2 makan, hahaha..
Hari pertama, saya hanya berenang-renang di depan penginapan, lautnya tidak dalam untuk beberapa puluh meter menjorok ke lautan. Senangnya puas-puasin deh berenag di laut tanpa takut tenggelam. Hoho..
Hari kedua, siap-siap snorkeling ke Pulau Kotok dan Pulau Air. Perjalanan sekitar 1.5jam ke Pulau Kotok, spot snorkeling nya lebih bagus karena jarang yang datang (maklum karena lebih jauh), karang-karang nya banyak yang mati, tapi ada beberapa yang menandakan kehidupan, berwarna kuning, indah.. Ikan-ikan nya kurang lebih sama dengan spot snorkeling yang lain, tetapi disini ada bintang laut warna biru, dan lebih banyak bulu babi, ditambah lagi ada ubur-ubur jadi harus lebih hati-hati.
Setelah puas snorkeling, kami mampir ke penangkaran Elang Bondol (Brahminy Kite) yang hampir punah populasi nya. Disini JAAN (Jakarta Animal Aid Network) yang mengelola konservasi disini. Ironis mendengar cerita dari pengelola konservasi disini, banyak elang bondol yang diperjualbelikan secara bebas di pasar burung di Jakarta, bahkan ada 1 ekor elang bondol yang tidak akan pernah dapat terbang lagi akibat dari kedua sayapnya yang sengaja dipatahkan oleh pemikiknya dulu. Menurut ceritanya, elang itu tidak dapat masuk ke kandang yang dibelikan si pemilik (mana mungkin bisa masuk, bentangan sayap elang bondol mencapai 1.5 meter lho, lah kok dibelikan kandang anjing), alhasil supaya tidak kabur si elang dipatahkan kedua sayapnya. Sadis ya. Tega banget. Jadi si elang itu ditolong oleh JAAN dan dipelihara di konservasi disini. Di Pulau ini juga ada fosil Paus yang tingginya mencapai 1 rumah. Woww ya?
Selepas dari Pulau Kotok, kami menuju Pulau Air, yang kalau surut seperti ada pulau kecilnya dan ada hamparan laut biru bening mengelilinginya. Sayang, ketika saya kesana, ternyata sedang pasang dan banyak sampah (kata guide lagi angin barat jadi sampah ke tengah semua). Tapi masih tetap bening sih airnya, lumayan buat foto-foto. Makan siang dulu di perahu snorkeling kami sebelum lanjut snorkeling lagi (maap ya Abang Guide dan Bapak Kapal yang lagi puasa...)
Lanjut snorkeling, yah sama aja isian dalamnya, karang-karang disini mati semua, tidak ada bintang laut, ikan juga sedikit, tapi banyak ubur-ubur, oow, saatnya pulang ke penginapan deh, daripada disengat ubur-ubur.
Hari ketiga, ga tau mau ngapain, akhirnya saya ditemani Abang Guide jalan-jalan ke seberang, Pulau Karya (ada Lapas nya) dan Pulau Panggang (Pulau penduduk yang super padat). Naik ojek (sebutan untuk kapal penyebrang) dengan membayar Rp 3.000/orang, saya pun menyeberang ke sana.
Hari keempat, saatnya pulang kembali ke Jakarta.
(Pulau Gosong Air, Bening Banget)
(Hamparan Bening-bening air laut di Pulau Gosong Air)
(Fossil Paus (mati terdampar di Karawang) yang difosilkan hanya dalam waktu 3 bulan)
(Konservasi Elang Bondol JAAN - Pulau Kotok)
(Bergaya dulu di Pulau Karya)







Komentar
Posting Komentar